Tanpa Membeli, Perusahaan Bisa "Upgrade" Kemampuan Komunikasi

Gokhan Okur/sxc.hu
Pesawat telepon masa lalu
KOMPAS.com - Perusahaan besar butuh biaya besar untuk mengupgrade kemampuan komunikasi mereka agar sesuai kemajuan zaman. Ini karena infrastruktur lawas yang ada sudah terlanjut tersebar luas.

Sebenarnya, perusahaan tak perlu membeli dan mengganti seluruhnya. Salah satu yang bisa dilakukan perusahaan adalah melakukan alih daya alias outsourcing.

Avaya menawarkan layanan tersebut di bawah label Avaya Communications Outsourcing Solutions (COS). Layanan ini akan mengambil alih tugas pengelolaan seluruh operasional komunikasi perusahaan.

Ini artinya, kemampuan komunikasi terbaru hingga perangkat-perangkat lawas akan dikelola oleh Avaya. Perusahaan pun cukup memanfaatkannya saja.

Menurut keterangan yang diterima Kompas.com, Selasa (25/3/2012), ada dua jenis perusahaan yang jadi sasaran layanan COS tersebut:
  1. Perusahaan yang siap beralih dari infrastruktur lawas namun terbatas dari sisi anggaran
  2. Perusahaan yang belum siap beralih, tapi ingin melakukan penghematan dengan infrstruktur yang sudah ada

Eric Goodness, research vice president, managed services, Gartner, Inc., mengatakan sangat penting bagi perusahaan besar untuk meng-upgrade kemampuan komunikasi mereka.

Menurut Goodness, semakin banyak perusahaan besar yang ingin melakukan itu namun dengan model dialihdayakan ke pihak lain. Inilah peluang yang kemudian diburu perusahaan seperti Avaya.

sumber : kompastekno

Windows Phone Sedang "Haus" Aplikasi

Nokia Lumia 800
KOMPAS.com - Aplikasi, menjadi hal penting untuk keberlangsungan ekosistem sebuah sistem operasi. Microsoft dan Nokia, yang sedang fokus mengembangkan Windows Phone, sangat membutuhkan ketersediaan aplikasi untuk menandingi iOS dari Apple dan Android dari Google.

Aplikasi populer saat ini memang sudah tersedia untuk Windows Phone. Namun itu saja tidak cukup. Pengguna butuh aplikasi baru nan inovatif untuk mendukung aktivitas mereka sehari-hari.

Entah mengapa, Windows Phone belum menarik perhatian para pengembang aplikasi. Menurut survei perusahaan software open source Appcelerator dan lembaga riset IDC, ketertarikan para pengembang aplikasi untuk menciptakan aplikasi Windows Phone hanyalah 37%.

Sementara ketertarikan para pengembang aplikasi kepada iOS dan Android, masing-masing mencapai 89% dan 79%.

Di Windows Phone Marketplace, saat ini jumlah aplikasinya sudah melebihi 65 ribu aplikasi. Angka ini memang melampaui aplikasi di BlackBerry App World. Namun, jumlah tersebut masih jauh dari total ketersediaan aplikasi di Google Play dan Apple App Store.

Ketersediaan aplikasi di iOS dan Android, menjadi kunci sukses yang telah membawa keduanya sebagai pemimpin di pasar smartphone global.

Untuk meningkatkan ketersediaan aplikasi, Microsoft dan Nokia berencana meninvestasikan 23,9 juta dollar AS untuk program pengembangan aplikasi perangkat mobile yang diberi nama AppCampus, di Aalto University, Helsinki, Finlandia. Program ini berjalan mulai bulan Mei, selama tiga tahun ke depan.

AppCampus dibentuk untuk mendorong penciptaan aplikasi mobile untuk ekosistem Windows Phone, serta platform Nokia lainnya. Langkah ini menggarisbawahi keseriusan kedua perusahaan untuk memenuhi kebutuhan aplikasi pihak ketiga di Windows Phone.

Bagi Microsoft, Windows Phone adalah sebuah produk yang menjanjikan karena perkembangan perangkat mobile saat ini begitu menjanjikan. Sedangkan Nokia, menaruh harapan besar kepada Windows Phone untuk berjuang merebut kembali pasar ponsel global yang saat ini didominasi oleh Apple dan Samsung.

sumber : kompastekno

Pemancing Ikan Berubah Profesi

Ada seorang pemancing ikan, pada waktu itu ikan di dekat rumahnya sudah banyak yang mati, dan dalam waktu yang bersamaan ada sebuah klub yang baru berdiri namanya Fathal Fc, mumpung dia nggak ada pekerjaan di rumah mendingan masuk klub sepak bola.
Pada waktu seleksi dia bermain cukup baik lalu dia lolos seleksi dan masuk tim inti, dia berposisi sebagai gelandang serang.
Pada suatu hari ada pertandingan antara Fathal Vs Brutal Fc, peluit di bunyikan lalu dia mendapat bola, pelatih menginstruksikan dari jauh bahwa bola itu harus di umpan Umpan…!!!.
Pada saat itu naluri seorang pemancing pun keluar, lalu dia pergi mengambil pemancingan.
Pelatih : “Heiii… mau pergi kemana kamu!!!”
Pemancing : “Mau ambil pancing pak, katanya suruh umpan bolanya pak..”
Pelatih : “!!!???!!!!”

Pasien Terakhir (Kisah Nyata Korban Nikah Mut'ah Syiah)

Seperti disambar geledek perempuan berjilbab biru dan berhijab itu, pasien terakhir dokter Hanung sore itu berteriak, “Tidak mungkin!!!”

~~~~~~~~~~~~~~

Kasus wanita berjilbab dari Wisma Fatimah di Jl. Alex Kawilarang 63 Bandung Jawa Barat yang mengidap penyakit kotor gonorhe (kencing nanah) akibat nikah mut'ah. Seperti dilaporkan oleh LPPI yang berkasnya disampaikan ke Kejaksaan Agung dan seluruh gubernur, mengutip ASA (Assabiqunal Awwalun) edisi 5, 1411H, hal. 44-47 dengan judul “ Pasien Terakhir “, seperti yang dimuat buku Mengapa Menolak Syi’ah halaman 270-273.



Berikut ini kisah selengkapnya:

Untuk kedua kalinya wanita itu pergi ke dokter Hanung, seorang dokter spesialis kulit dan kelamin dikota Bandung. Sore itu ia datang sambil membawa hasil laboratorium seperti yang diperintahkan dokter dua hari sebelumnya. Sudah beberapa Minggu dia mengeluh merasa sakit pada waktu buang air kecil (drysuria) serta mengeluarkan cairan yang berlebihan dari vagina (vaginal discharge).~



Sore itu suasana di rumah dokter penuh dengan pasien. Seorang anak tampak menangis kesakitan karena luka dikakinya, kayaknya dia menderita Pioderma. Disebelahnya duduk seorang ibu yang sesekali menggaruk badannya karena gatal. Diujung kursi tampak seorang remaja putri melamun, merenungkan acne vulgaris (jerawat) yang ia alami.

Ketika wanita itu datang ia mendapat nomor terakhir. Ditunggunya satu persatu pasien berobat sampai tiba gilirannya. Ketika gilirannya tiba, dengan mengucapkan salam dia memasuki kamar periksa dokter Hanung. Kamar periksa itu cukup luas dan rapi. Sebuah tempat tidur pasien dengan penutup warna putih. Sebuah meja dokter yang bersih. Dipojok ruang sebuah wastafel untuk mencuci tangan setelah memeriksa pasien serta kotak yang berisi obat-obatan.



Sejenak dokter Hanung menatap pasiennya. Tidak seperti biasa, pasiennya ini adalah seorang wanita berjilbab rapat. Tidak ada yang kelihatan kecuali sepasang mata yang menyinarkan wajah duka. Setelah wawancara sebentar (anamnese) dokter Hanung membuka amplop hasil laboraturium yang dibawa pasiennya. Dokter Hanung terkejut melihat hasil laboraturium. Rasanya adalah hal yang mustahil. Ada rasa tidak percaya terhadap hal itu. Bagaimana mungkin orang berjilbab yang tentu saja menjaga kehormatannya terkena penyakit itu, penyakit yang hanya mengenai orang-orang yang sering berganti-ganti pasangan sexsual.



Dengan wajah tenang dokter Hanung melakukan anamnese lagi secara cermat.

+ “Saudari masih kuliah?”

- “Masih dok”



+ “Semester berapa?”

- “Semester tujuh dok!”

+ “Fakultasnya?”

- “Sospol”

+ “Jurusan komunikasi massa ya?”







Kali ini ganti pasien terakhir itu yang kaget. Dia mengangkat muka dan menatap dokter Hanung dari balik cadarnya.

- “Kok dokter tahu?”

+ “Aah,….tidak, hanya barangkali saja!”

Pembicaraan antara dokter Hanung dengan pasien terakhirnya itu akhirnya seakan-akan beralih dari masalah penyakit dan melebar kepada persoalan lain yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalah penyakit itu.



+ “Saudari memang penduduk Bandung ini atau dari luar kota?

Pasien terakhir itu nampaknya mulai merasa tidak enak dengan pertanyaan dokter yang mulai menyimpang dari masalah-masalah medis itu. Dengan jengkel dia menjawab.

- “Ada apa sih Dok…..kok tanya macam-macam?”

+ “Aah enggak,……..barangkali saja ada hubungannya dengan penyakit yang saudari derita!”



Pasien terakhir ini tampaknya semakin jengkel dengan pertanyaan dokter yang kesana-kemari itu. Dengan agak kesal dia menjawab.

- “Saya dari Pekalongan”

+ “Kost-nya?”



- “Wisma Fathimah, jalan Alex Kawilarang 63”

+ “Di kampus sering mengikuti kajian Islam yaa”

- “Ya,..kadang-kadang Dok!”

+ “Sering mengikuti kajian Bang Jalal?”







Sekali lagi pasien terakhir itu menatap dokter Hanung.

- “Bang Jalal siapa?”

Tanyanya dengan nada agak tinggi.

+ “Tentu saja Jalaluddin Rachmat! Di Bandung siapa lagi Bang Jalal selain dia….kalau di Yogya ada Bang Jalal Muksin”

- “Yaa,…….kadang-kadang saja saya ikut”

+ “Di Pekalongan,……(sambil seperti mengingat-ingat) kenal juga dengan Ahmad Baraqba?”





Pasien terakhir itu tampak semakin jengkel dengan pertanyaan-pertanyaan dokter yang semakin tidak mengarah itu. Tetapi justru dokter Hanung manggut-manggut dengan keterkejutan pasien terakhirnya. Dia menduga bahwa penelitian penyakit pasiennya itu hampir selesai. Akhirnya dengan suara yang penuh dengan tekanan dokter Hanung berkata.

- “Begini saudari, saya minta maaf atas pertanyaan-pertanyaan saya yang ngelantur tadi, sekarang tolong jawab pertanyaan saya dengan jujur demi untuk therapi penyakit yang saudari derita,…………..”



Sekarang ganti pasien terakhir itu yang mengangkat muka mendengar perkataan dokter Hanung. Dia seakan terbengong dengan pertanyaan apa yang akan dilontarkan oleh dokter yang memeriksanya kali ini.

+ “Sebenarnya saya amat terkejut dengan penyakit yang saudari derita, rasanya tidak mungkin seorang ukhti mengidap penyakit seperti ini”

- “Sakit apa dok?”



Pasien terakhir itu memotong kalimat dokter Hanung yang belum selesai dengan amat Penasaran.

+ “Melihat keluhan yang anda rasakan serta hasil laboraturium semuanya menyokong diagnosis gonorhe, penyakit yang disebabkan hubungan seksual”

Seperti disambar geledek perempuan berjilbab biru dan berhijab itu, pasien terakhir dokter Hanung sore itu berteriak,

- “Tidak mungkin!!!”



Dia lantas terduduk dikursi lemah seakan tak berdaya, mendengar keterangan dokter Hanung. Pandangan matanya kosong seakan kehilangan harapan dan bahkan seperti tidak punya semangat hidup lagi. Sementara itu pembantu dokter Hanung yang biasa mendaftar pasien yang akan berobat tampak mondar-mandir seperti ingin tahu apa yang terjadi. Tidak seperti biasanya dokter Hanung memeriksa pasien begitu lama seperti sore ini. Barangkali karena dia pasien terakhir sehingga merasa tidak terlalu tergesa-gesa maka pemeriksaannya berjalan agak lama. Tetapi kemudian dia terkejut mendengar jeritan pasien terakhir itu sehingga ia merasa ingin tahu apa yang terjadi.



Dokter Hanung dengan pengalamannya selama praktek tidak terlalu kaget dengan reaksi pasien terakhirnya sore itu. Hanya yang dia tidak habis pikir itu kenapa perempuan berjilbab rapat itu mengidap penyakit yang biasa menjangkit perempuan-perempuan rusak. Sudah dua pasien dia temukan akhir-akhir ini yang mengidap penyakit yang sama dan uniknya sama-sama mengenakan busana muslimah. Hanya yang pertama dahulu tidak mengenakan hijab penutup muka seperti pasien yang terakhirnya sore itu. Dulu pasien yang pernah mengidap penyakit yang seperti itu juga menggunakan pakaian muslimah, ketika didesak akhirnya dia mengatakan bahwa dirinya biasa kawin mut’ah.



Pasiennya yang dahulu itu telah terlibat jauh dengan pola pikir dan gerakan Syi’ah yang ada di Bandung ini. Dari pengalaman itu timbul pikirannya menanyakan macam-macam hal mengenai tokoh-tokoh Syi’ah yang pernah dia kenal di kota Kembang ini dan juga kebetulan mempunyai seorang teman dari Pekalongan yang menceritakan perkembangan gerakan syi’ah di Pekalongan. Beliau bermaksud untuk menyingkap tabir yang menyelimuti rahasia perempuan yang ada didepannya sore itu.

+ “Bagaimana saudari… penyakit yang anda derita ini tidak mengenai kecuali orang-orang yang biasa berganti-ganti pasangan seks. Rasanya ini tidak mungkin terjadi pada seorang muslimah seperti anda. Kalau itu masa lalu anda baiklah saya memahami dan semoga dapat sembuh, bertaubatlah kepada Allah,….atau mungkin ada kemungkinan yang lain,…?”

Pertanyaan dokter Hanung itu telah membuat pasien terakhirnya mengangkat muka sejenak, lalu menunduk lagi seperti tidak memiliki cukup kekuatan lagi untuk berkata-kata. Dokter Hanung dengan sabar menanti jawaban pasien terakhirnya sore itu.



Beliau beranjak dari kursi memanggil pembantunya agar mengemasi peralatan untuk segera tutup setelah selesai menangani pasien terakhirnya itu.



- “Saya tidak percaya dengan perkataan dokter tentang penyakit saya !” Katanya terbata-bata

+ “Terserah saudari,…….tetapi toh anda tidak dapat memungkiri kenyataan yang anda sandang-kan?”



- “Tetapi bagaimana mungkin mengidap penyakit laknat tersebut sedangkan saya selalu berada didalam suasana hidup yang taat kepada hukum Allah?”

+ “Sayapun berprasangka baik demikian terhadap diri anda,….tetapi kenyataan yang anda hadapi itu tidak dapat dipungkiri?”







Sejenak dokter dan pasien itu terdiam. Ruang periksa itu sepi. Kemudian terdengar suara dari pintu yang dibuka pembantu dokter yang mengemasi barang-barang peralatan administrasi pendaftaran pasien. Pembantu dokter itu lantas keluar lagi dengan wajah penuh tanda tanya mengetahui dokter Hanung yang menunggui pasiennya itu.



+ “Cobalah introspeksi diri lagi, barangkali ada yang salah,…….. sebab secara medis tidak mungkin seseorang mengidap penyakit ini kecuali dari sebab tersebut”

- “Tidak dokter,…….selama ini saya benar-benar hidup secara baik menurut tuntunan syari’at Islam,…..saya tetap tidak percaya dengan analisa dokter”



Dokter Hanung mengerutkan keningnya mendengar jawaban pasiennya. Dia tidak merasa sakit hati dengan perkataan pasiennya yang berulang kali mengatakan tidak percaya dengan analisisnya. Untuk apa marah kepada orang sakit. Paling juga hanya menambah parah penyakitnya saja, dan lagi analisanya toh tidak menjadi salah hanya karena disalahkan oleh pasiennya. Dengan penuh kearifan dokter itu bertanya lagi,……..



+ “Barangkali anda biasa kawin mut’ah??

Pasien terakhir itu mengangkat muka,

- “Iya dokter! Apa maksud dokter”?

+ “Itu kan berarti anda sering kali ganti pasangan seks secara bebas!



- “Lho,… tapi itukan benar menurut syari’at Islam dok! Pasien itu membela diri.

+ “Ooo,…Jadi begitu,…kalau dari tadi anda mengatakan begitu saya tidak bersusah payah mengungkapkan penyakit anda. Tegasnya anda ini pengikut ajaran Syi’ah yang bebas berganti-ganti pasangan mut’ah semau anda. Ya itulah petualangan seks yang anda lakukan. Hentikan itu kalau anda ingin selamat”.

- “Bagaimana dokter ini, saya kan hidup secara benar menurut syari’at Islam sesuai dengan keyakinan saya, dokter malah melarang saya dengan dalih-dalih medis”





Sampai disini dokter Hanung terdiam. Sepasang giginya terkatup rapat dan dari wajahnya terpancar kemarahan yang sangat terhadap perkataan pasiennya yang tidak mempunyai aturan itu. Kemudian keluarlah perkataan yang berat penuh tekanan.





+ “Terserah apa kata saudari membela diri,… anda lanjutkan petualangan seks anda, dengan resiko anda akan berkubang dengan penyakit kelamin yang sangat mengerikan itu, dan sangat boleh jadi pada suatu tingkat nanti anda akan mengidap penyakit AIDS yang sangat mengerikan itu,…atau anda hentikan dan bertaubat kepada Allah dari mengikuti ajaran bejat itu kalau anda menghendaki kesembuhan”.

- “Ma..maaf, Dok, saya telah membuat dokter tersinggung!”



Dokter Hanung hanya mengangguk menjawab perkataan pasiennya yang terbata-bata itu.

+ “Begini saudari,…tidak ada gunanya resep saya berikan kepada anda kalau toh tidak berhenti dari praktek kehidupan yang selama ini anda jalani. Dan semua dokter yang anda datangi pasti akan bersikap sama,… sebab itu terserah kepada saudari. Saya tidak bersedia memberikan resep kalau toh anda tidak mau berhenti”.

- “Ba…baik , Dok, …Insya Allah akan saya hentikan!”



Dokter Hanung segera menuliskan resep untuk pasien terakhir itu, kemudian menyodorkan kepadanya.

- “Berapa Dok?”

+ “Tak usahlah,….saya sudah amat bersyukur kalau anda mau menghentikan cara hidup binatang itu dan kembali kepada cara hidup yang benar menurut tuntunan dari Rosulullah. Saya relakan itu untuk membeli resep saja”.

Pasien terakhir dokter Hanung itu tersipu-sipu mendengar jawaban dokter Hanung



- “Terima kasih Dok,…….permisi”

Perempuan itu kembali melangkah satu-satu dipelataran rumah Dokter Hanung. Ia berjalan keluar teras dekat bougenvil biru yang seakan menyatu dengan warna jilbabnya. Sampai digerbang dia menoleh sekali lagi ke teras, kemudian hilang ditelan keramaian kota Bandung yang telah mulai temaran disore itu

Contoh Makalah Tentang Lembaga Negara Di Indonesia

DAFTAR ISI

HALAMAN UTAMA.................................................................. i
KATA PENGANTAR.................................................................ii
DAFTAR ISI....................................................................iii-iv
Bab I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.................................................................1
1.2 Tujuan.................................
1.3 Dasar Pemikiran.........................................................2-3
Bab II DASAR TEORI / LANDASAN TEORI
2.1 Hierarki Peraturan Perundang Undangan...............................4 
2.2 Kesepakatan Panitia Ad Hoc tentang Perubahan UUD 1945..........................5

Bab III PEMBAHASAN
3.1 Tugas dan Fungsi MPR dalam Sistem Ketatanegaraan...................... 6
3.1.1 Kekuasaan Penyelenggaraan Negara.......................6-7
3.1.2 Pembagian Kekuasaan Negara............................7-9
3.1.3 Tugas dan Fungsi MPR...........................................9-10
3.2 Hubungan MPR dengan lembaga Negara dalam Sistem Ketatanegaraan.......10
3.2.1 MPR dengan DPR, DPD, dan Mahkamah Konstitusi............... 10-11
3.2.2 DPR dengan Presiden, DPD, dan MK.............................. 11
3.2.3 DPD dengan DPR, BPK, dan MK....................................... 12
3.2.4 MA dengan lembaga negara lainnya................................12
3.2.5 Mahkamah Konstitusi dengan Presiden, DPR, BPK, 
DPD, MA, KY................................................................ 13
3.2.6 BPK dengan DPR dan DPD................................................. 13
3.2.7 Komisi Yudisial dengan MA...................................................... 13-14

3.3 Lembaga Negara dan Sistem Penyelenggaraan Kekuasaan Negara Sebelum Perubahan UUD.......................................................... .................14
3.3.1 Deskripsi Singkat Struktur Ketatanegaraan RI Sebelum UUD Amandemen 1945...........................................................................14-16
3.3.2 Wewenang dan tugas 5 Lembaga Tinggi Negara……………..17-20
3.4 Lembaga Negara dan Sistem Penyelenggaraan Kekuasaan Negara Sesudah Perubahan UUD.......................................................................... 21
3.4.1 Deskripsi Struktur Ketatanegaraan RI “Setelah” Amandemen UUD 1945.......................................................................... 21
3.4.2 Perubahan (Amandemen) UUD 1945 ........................................ 21-22
3.4.3 Wewenang dan tugas 5 Lembaga Tinggi Negara........................22-29

DAFTAR PUSTAKA............................................................ 30

Perjuangan anak SD melintasi Jembatan Kawat Cicaringin

Jembatan Leuwi Lember yang ambruk gara-gara tergerus Sungai Ciliman di Desa Cicaringin, hanya tinggal kawat. Jembatan itu tak kunjung diperbaiki kendati sudah diadukan tokoh masyarakat setempat ke DPRD Banten hingga Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.
Foto terbaru Jembatan Leuwi Lember yang hanya tinggal kawat itu berhasil diabadikan oleh wartawan foto Antara, Asep Fathulrahman. Dalam foto yang dimuat di Majalah Berita Mingguan (MBM) Tempo halaman 10 itu memiliki caption: "JEMBATAN KAWAT BAJA" Para siswa kelas enam SD Negeri Cicaringin 3 ini bukan sedang melakukan kegiatan outbond. Ketiadaan jembatan memaksa mereka meniti kawat baja menyeberangi Sungai Ciliman saat akan mengikuti ujian nasional di Desa Cicaringin, Banten."

Memprihatinkan! Dalam foto itu tampak sekitar 8 bocah berseragam SD, ada yang memakai baju olahraga, semuanya bersandal jepit. Mereka dengan berhati-hati memegangi kawat baja yang melintang pukang di atas Sungai Ciliman selebar sekitar 40 meter. Ketinggian jembatan kawat baja dari atas sungai sekitar 5 meter.

Dari berita yang ditelusuri dari situs gardaberita.com, jembatan itu ambrol pada awal Maret 2011. Pada April 2011 warga setempat sudah menghabiskan ratusan juta untuk membangun pondasi dan tiang pancang secara swadaya. Namun upaya pembangunan itu terhenti, lantaran warga kehabisan dana.

Beberapa tokoh masyarakat setempat sebenarnya sudah mengadukan mengenai jembatan yang putus ini kepada DPRD Banten. Mereka diterima Komisi D yang membawahi bidang insfrastruktur dan transportasi, yaitu Ketua Komisi D DPRD Lebak, H Dana Ukon dan beberapa anggota dewan, M Nur, Sirod dan H Suharjaya alias Bhonek.

Mereka menanyakan kepastian perbaikan Jembatan Leuwi Lember karena hingga sebulan berlalu, belum ada tanda-tanda pejabat dinas terkait datang mengecek, apalagi memperbaiki jembatan. Warga pun selama ini ketar-ketir menyeberang jembatan dengen getek karena arus sungai yang deras.

Komisi D DPRD Banten itu merujuk laporan warga Desa Cicaringin ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Masalah Jembatan Leuwi Lember ini pun sudah sampai ke telinga Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Usai penutupan pekan daerah KTNA di Gedung LPMP, Rangkasbitung, Lebak, Kamis (21/04/2011), Ratu Atut berjanji jembatan itu menjadi prioritas.

Ratu memerintahkan Binamarga dan Tata Ruang (BMTR) Pemprov Banten untuk segera membantu Pemkab Lebak untuk membangun kembali jembatan tersebut. Saat itu, Atut bahkan segera mengangkat teleponnya, menelepon pejabat terkait, pembangunan jembatan gantung itu menjadi prioritas yang dibangun tahun ini.

Anak-anak sekolah di Desa Cicaringin itu masih tertangkap kamera menyeberangi jembatan dengan merambati kawat di atas Sungai Ciliman. Bahaya pun mengancam anak-anak itu.

"Hacker" Bagi-bagi 10.000 Akun Facebook

SHUTTERSTOCK
KOMPAS.com — Sekelompok grup hacking yang menamakan dirinya "Tim Swastika" berhasil membobol lebih dari 10.000 akun Facebook. Setelah di-hack, puluhan ribu akun Facebook tersebut di-posting ke dalam layanan berbagi file di Pastebin. Apa yang dilakukan oleh Tim Swastika bukan kali ini saja, beberapa waktu lalu mereka juga memublikasikan database yang dicuri dari website Kedutaan Besar India di Nepal dan pemerintahan Bhutan.
Laporan mengejutkan ini dilansir oleh Trend Micro, sebuah perusahaan yang fokus di bidang keamanan internet. Rik Ferguson, Peneliti Keamanan Senior dari Trend Micro, mengatakan, "Tim Swastika telah dua kali mem-posting ribuan credential data Facebook yang mereka hacked. Posting pertama di awal Oktober, lalu mereka masukkan ke dalam beberapa forum underground, sisanya ke dalam layanan berbagi file, Pastebin."
"Sebuah posting di Wall dari seorang teman tampaknya tidak berbahaya, video share dari kontak online, atau pesan instan dari rekan dapat berpotensi menyebabkan serangan. Ancaman mobile di dalamnya termasuk worm dan spyware yang menyerang pengguna yang mendeteksi lokasi dan aktivitas pengguna selama berselancar di internet. Dalam enam bulan terakhir, kami telah mengobservasi bahwa pertumbuhan malware yang menyerang ponsel berbasis Android telah meningkat 14 kalinya," ujar Myla Pilao, Director of Core Technology di TrendLabs dari Trend Micro.
Atas kejadian tersebarnya ribuan akun Facebook ini, Trend Micro memberikan beberapa tips untuk mengamankan akun jejaring sosial yang Anda miliki:
  1. Gunakanlah password yang berbeda untuk setiap akun jejaring sosial yang Anda miliki.
  2. Buatlah password yang unik, tetapi mudah diingat. Misalnya, gabungan antara huruf dan angka.
  3. Buatlah jawaban yang unik terhadap "pertanyaan keamanan" untuk mengingatkan jika sewaktu-waktu Facebook Anda dicurigai dibuka oleh orang lain.
  4. Lakukanlah sign out ketika selesai membuka laman, terutama saat Anda mengakses jejaring sosial menggunakan jaringan nirkabel di ruang publik.
  5. Hati-hati mengeklik link dari postingan di Wall atau tweet yang pengirimnya tidak Anda kenal.
sumber : kompas tekno

Rokok Elektronik Meledak di Mulut Ketika Dihisap

Wikipedia
Rokok Elektronik bisa menggunakan baterai yang bisa di-charge di laptop seperti ponsel
KOMPAS.com - Seorang pria di Florida, AS, harus dilarikan ke rumah sakit karena mulutnya terbakar ketika merokok. Pria berusia 57 tahun tersebut menggunakan rokok elektronik yang kemudian meledak di mulutnya saat dihisap. Ledakan itu menyebabkan ia harus menjalani perawatan intensif untuk lidah dan gigi depannya.

Pria yang tak disebutkan namanya tersebut memang menggunakan rokok elektronik untuk menggantikan rokok asli. Rokok elektronik dipercaya sebagai terapi yang efektif untuk menghilangkan kecanduan merokok tanpa meninggalkan kebiasaan menghisap bentuk fisik rokok.

Pihak kepolisian tidak menyebutkan merk rokok yang menyebabkan pria ini harus mengalami insiden kebakaran kecil di rumahnya. Akibat ledakan, karpet dan beberapa foto di dinding rumah pria tersebut harus ikut terbakar.

Hingga berita ini ditulis, kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap produsen rokok yang menyebabkan ledakan di mulut pengguna.

Rokok elektronik tidak dianjurkan Badan Kesehatan Dunia
World Health Organization (WHO) pada rilis yang dipublikasikan 19 September 2008 sudah menyatakan penolakan terhadap rokok elektronik. "Rokok elektronik bukan terapi nikotin yang memadai," ujar dokter Ala Alwan, Assistant Director-General dari WHO's Noncommunicable Diseases and Mental Health Cluster.

Tipikal dari rokok elektronik adalah terbuat dari stainless steel yang memiliki lubang untuk menaruh nikotin cair dalam berbagai konsentrasi. Rokok elektronik didukung oleh baterai isi ulang yang membuatnya menyala seperti rokok asli.
Pengguna bisa menyalakan dan menghisapnya tanpa menghasilkan asap yang nyata. Akan tetapi, zat kimia yang dihisapnya sama berbahayanya dengan rokok asli ketika masuk ke tubuh.

WHO tidak memiliki bukti ilmiah dari produsen rokok elektronik bahwa produk ini aman dan layak dianjurkan. WHO menolak rokok elektronik dianggap sebagai bantuan bagi perokok untuk menghentikan kebiasaan merokok.

Food and Drug Administration (FDA) di AS pada tahun 2010 pernah mengingatkan lima perusahaan rokok elektronik untuk membuat praktek manufaktur yang baik, juga membuat klaim kesehatan yang bisa dibuktikan dari penggunaan rokok elektronik.

Rokok elektronuk diproduksi pertama kali di China pada tahun 2004. Negara lain kemudian mengadopsi konsep rokok elektronik ini dan memproduksinya di negaranya, yakni Brazil, Kanada, Finlandia, Israel, Lebanon, Belanda, Swedia, Turki, Inggris, dan AS.
sumber : kompas tekno

Hewlett-Packard Rilis Browser Open Source Isis

Slash Gear
HP merilis browser open source dari webOS
KOMPAS.com - Hewlett Packard (HP) merilis Isis, browser open source dari webOS. Browser tersebut diklaim lebih cepat dibandingkan browser lain.

Browser Isis merupakan aplikasi inti dari platform webOS HP yang berbasis framework Enyo. Browser terbaru tersebut menggabungkan teknologi open source seperti QtWebKit dan JavaScriptCore, ke dalam platform webOS.

Isis dibuat berdasarkan mesin QtWebKit, yang dirilis ke open source oleh Nokia. Browser tersebut dijanjikan memiliki kinerja dan kompatibilitas yang lebih luas dengan situs pada umumnya.
Namun browser ini juga mendukung konten-konten Flash. Selain itu, browser ini juga telah diuji coba dan mendukung HTML5 dan CSS3.

"Browser Isis sangat responsif dibandingkan dengan browser lain," kata Fred patton, anggota tim webOS tanpa menyebutkan apa yang dimaksud dengan browser lain itu.

Perilisan browser terbaru tersebut sesuai rencana HP meng-"open source"-kan webOS. Sejak tiga minggu dirilis, Enyo telah diunduh sebanyak 40.000 kali. Untuk sementara, Isis kompatibel dengan perangkat HP TouchPad yang berjalan pada webOS 3.0.5.
sumber : kompas tekno

Hacker Bikin "Fan Page" Palsu Mark Zuckerberg

AFP/Justin Sullivan
CEO Facebook Mark Zuckerberg.
SAN FRANCISCO, KOMPAS.com - Kabar kalau halaman fan page Mark Zuckerberg, pendiri dan CEO Facebook berhasil disusupi hacker jadi perbincangan hangat. Belum ada penjelasan resmi apa yang terjadi sebenarnya.
Kini yang berkembang adalah bermacam spekulasi dari para pengguna Facebook yang sempat melacak halaman situs web yang katanya sempat menulis pesan sindiran untuk Mark Zuckerberg. Satu-satunya bukti hanyalah screenshot yang dilaporkan situs web Techcrunch.com serta klaim beberapa orang yang sempat merekamnya. Halaman cache di search engine Google mapun Bing tak menyimpan pesan tersebut.
Spekulasi paling kuat, seseorang mungkin membuat alamat fan page palsu Mark Zuckerberg yang identik dengan fan page aslinya. Sebab, tak lama setAlah ada laporan fan page tersebut disusupi pesan dari hacker, banyak yang melaporkan halaman fan page dimaksud tak dapat diakses. Facebook mungkin telah mengatasi masalah fan page ganda dan kini telah berhasil mengatasinya dan membuat kedua alamat fan page bisa sinkron ke alamat yang sebenarnya.
Bahkan, salah seorang pembaca Techcrunch. com mengaku kalau link alamat situs web yang melaporkan adanya hacker yang menyusup itu tidak dapat di-share langsung ke Facebook. Saat akan di-share, muncul pesna bahwa link tersebut mengandung spam. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa tim teknis Facebook mencoba menghalangi agar berita tak tersebar. meski demikian, posting dari hacker di fan page yang diduga palsu terlanjur di-like ribuan orang.
Bahkan, ada spekulasi juga kalau Techcrunch.com sengaja membuat halaman palsu dan merekayasa berita sendiri. Sebab, alamat yang di-link situs web tersebut ternyata bukan ke halaman page melainkan ke halaman user. Facebook belum memberi komentar resmi atas berita tersebut.
sumber :kompas tekno

GATAL ROONG

GATAL

anak anak konstruksi batu beton angkatan 2011

CALON CALON KONTRAKTOR ..........................CKCKCKCKCKCKCK

SUMBER   : ISHAQ AJA

97,05% Mahasiswi Yogya Tak Perawan

detikcom - Yogyakarta, Apa yang salah sehingga 97,05% mahasiswi Yogyakarta hilang kegadisannya? Menurut psikolog sosial asal UGM, Mohammad As’ad, hal itu terjadi karena suasana kos-kosan yang mendukung, tanpa kontrol. Karena itu, guna mengatasinya ya perlu dilakukan pengawasan pengelolaan kos-kosan.

“Kasus ini sangat memprihatinkan," komentarnya pada detikcom per telepon, Jumat (2/8/2002). Berdasarkan pengamatan As'ad, Yogya sekitar sejak 2 tahun lalu memang terjadi perubahan besar. Terutama perilaku mahasiswa.

"Ini diakibatkan terjadinya pergeseran dalam perilaku permisif atau serba boleh. Dan juga ada perubahan orientasi dalam pengelolaan kos-kosan. Sehingga hubungan induk semang dan penghuni kos hanya bersifat ekonomis yaitu antara penjual dan konsumen, tanpa memperhatikan nilai-nilai sosial yang ada,” papar As’ad.

Menurutnya, dulu kalau orang kos di Yogyakarta, hubungan sosialnya sangat dekat dengan pemilik rumah maupun dengan masyarakat. Namun sekarang ini telah berubah. “Dengan pemilik rumah pun kadang-kadang tidak kenal, apalagi dengan warga sekitar,” kata As’ad.

Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sarjana Wiyata Taman Siswa ini juga menyatakan, terjadinya perubahan perilaku seksual ini berbanding lurus dengan merebaknya kasus narkoba di Yogyakarta yang diakibatkan perilaku yang serba boleh tanpa ada yang mengontrol.

Namun di sisi lain, menurut As’ad, selain diakibatkan pergaulan bebas, juga dipengaruhi media televisi yang menyuguhkan gambar-gambar yang sedikit meresahkan. “Untuk menangani itu, saya mengusulkan pertama kali yang harus dibenahi adalah dalam pengelolaan kos-kosan, sedikit banyak Pemda setempat bisa membuat Perda mengenai kos-kosan. Sebab sampai saat ini dasar usaha kos-kosan terbebas pajak. Padahal di wilayah Sleman dan Kodya Yogyakarta banyak pemilik kos-kosan yang mempunyai kamar 30-60 kamar. Dan itu tanpa pajak,” papar As’ad.

Di samping kos-kosan yang perlu diawasi, di Yogya berkembang rumah kontrakan yang ditempati mahasiswa secara campur. “Itu yang sekarang menjadi penyebab freesex,” demikian As’ad.







97,05% Mahasiswi di Yogyakarta Hilang Kegadisannya
 detikcom - Yogyakarta, Sungguh mencengangkan dan mengerikan mengetahui kehidupan seks mahasiswi di kota pelajar Yogyakarta. Suatu penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Studi Cinta dan Kemanusiaan serta Pusat Pelatihan Bisnis dan Humaniora (LSCK PUSBIH) menunjukkan hampir 97,05 persen mahasiswi di Yogyakarta sudah hilang keperawanannya saat kuliah.

Yang lebih mengenaskan, semua responden mengaku melakukan hubungan seks tanpa ada paksaan. Semua dilakukan atas dasar suka sama suka dan adanya kebutuhan. Selain itu, ada sebagian responden mengaku melakukan hubungan seks dengan lebih dari satu pasangan dan tidak bersifat komersil.

Hal itu dikemukakan Direktur Eksekutif LSCK PUSBIH, Iip Wijayanto, kepada wartawan di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jl. Malioboro, Yogyakarta, Kamis (1/8/2002).

Menurut Iip, penelitian itu dilakukan selama 3 tahun mulai Juli 1999 hingga Juli 2002, dengan melibatkan sekitar 1.660 responden yang berasal dari 16 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Yogya. Dari 1.660 responden itu, 97,05 persen mengaku sudah hilang keperawanannya saat kuliah.

Hanya ada tiga responden atau 0,18 persen saja yang mengaku sama sekali belum pernah melakukan kegiatan seks, termasuk masturbasi. "Ketiga responden itu juga mengaku sama sekali belum pernah mengakses tontonan maupun bacaan berbau seks," ungkapnya.

Menurut Iip, berdasarkan hasil tersebut, total responden yang belum pernah melakukan kegiatan seks berpasangan hanya 2,95 persen atau 2,77 persen ditambah 0,18 persen. Sementara sebanyak 97,05 persen telah melakukan kegiatan seks berpasangan. Sebanyak 73 persen menggunakan metode coitus interuptus. Selebihnya menggunakan alat kontrasepsi yang dijual bebas di pasaran.

Selain itu, hanya ditemukan 46 mahasiswi atau 2,77 persen responden saja yang belum pernah melakukan seks berpasangan di bawah level petting seks. "Alasan mereka tidak melakukan seks berpartner, selain takut kepada orang tuanya, mereka juga masih berpikir untuk menjadi contoh adik-adiknya," kata Iip.

Apabila dilihat tempat mereka melakukannya, lanjut Iip, sebanyak 63 persen melakukan kegiatan seks di tempat kost pria pasangannya. Sebanyak 14 persen dilakukan di tempat kost putri atau rumah kontrakannya. Selanjutnya 21 persen di hotel kelas melati yang tersebar di kota Yogya dan 2 persen lagi di tempat wisata yang terbuka.

Yang lebih mencengangkan lagi, tempat yang digunakan untuk melakukan seks hampir sebagian besar berada di wilayah Jalan Kaliurang dan Jalan Gejayan yang merupakan kawasan kos-kosan terbesar bagi mahasiswa yang kuliah di PTN dan PTS terbesar di Yogya.

Iip menambahkan, sebanyak 98 persen responden juga mengaku pernah melakukan aborsi. Sebanyak 23 responden di antaranya mengaku telah melakukan aborsi lebih dari satu kali. Sementara 12 responden lagi mengaku lebih dari dua kali. Mereka mengaku melakukan aborsi dengan cara mengkonsumsi obat flu dan ragi dalam jumlah besar.

Agar tidak ketahuan pemilik kos ataupun petugas ronda kampung, responden mengaku mengakali dengan cara memasukkan pasangannya sejak pukul 07.00 WIB dan baru keluar atau pulang pada pukul 21.00 malam.(bgs, ani)


INILAH SURVEI KEPERAWANAN di YOGYAKARTA
Detik.com
Sungguh mencengangkan mengetahui kehidupan seks mahasiswi di kota pelajar Yogyakarta. Suatu penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Studi Cinta dan Kemanusiaan serta Pusat Pelatihan Bisnis dan Humaniora (LSCK PUSBIH) menunjukkan hampir 97,05 persen mahasiswi di Yogyakarta sudah hilang keperawanannya saat kuliah.
Penelitian ini dipaparkan dalam jumpa pers Kamis (1/8/2002). Berikut naskah komplet hasil penelitian yang disebarkan pada wartawan:
Bismillahirrahmanirrahim
97 Persen Mahasiswi Di Yogyakarta,
Sudah Kehilangan "Virginitas (Keperawanan)"
Lembaga Studi Cinta dan Kemanusiaan serta Pusat Pelatihan Bisnis dan Humaniora
I. TUJUAN PENELITIAN
A. Konteks Penelitian
Penelitian ini dilakukan utnuk mengetahui sejauh mana kerusakan dan dekadensi moral yang sudah terjadi di tengah-tengah generasi muda kita, khususnya pada jenjang usia (data interval) antara 17 tahun - 23 tahun atau sering diistilahkan sebagai usia rata-rata mahasiswa kita dalam menuntut ilmu di jenjang perguruan tinggi. Mengapa ini sangat perlu dilakukan? Kami memiliki beberapa alasan:
• Penetrasi pornografi yang meningkat pesat melalui jaringan penyewaan VCD porno (model semi-triple), buku dan majalah porno lokal maupun impor dan masih banyak lagi.
• Maraknya aksi seks di kost-kostan yang hampir merata di seluruh wilayah pemukiman mahasiswa yang ada di Jogjakarta.
• Meningkatnya tingkat aborsi, khususnya di region Jawa Tengah dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini yang dilakukan oleh kelompok usia sasaran penelitian.
• Meningkatnya kegiatan prostitusi yang dilakukan oleh mahasiswi-mahasiswi, dalam berbagai tingkatan status dari penjaja seks sosial, penjaja seks suka sama suka hingga yang murni komersial.
• Meningkatnya tingkat peredaran narkoba sebagai fasilitas pendukung untuk dapat menikmati seks lebih maksimal.
• Meningkatnya kegiatan kumpul kebo, terlembaga atau pun tidak.
Atas dasar alasan-alasan inilah kami terpanggil untuk melakukan penelitian ini, agar dapat ditemukan berbagai treatment, formulasi serta langkah-langkah antisipatif untuk merespon perubahan yang sangat cepat ini.
B. Fokus Penelitian
Adapun kami memfokuskan penelitian ini kepada komunitas mahasiswi yang tersebar di seluruh institusi perguruan tinggi di Jogjakarta. Pemilihan kelompok sasaran perjenis kelamin ini adalah karena pada umumnya secara psikologis mereka dapat lebih jujur dalam memberikan data yang kami butuhkan. Selain itu kegiatan seks penuh (intercourse sex) harus dilakukan berpartner sehingga dari sana secara langsung dapat diketahui seberapa banyak pelaku kegiatan seks di luar nikah itu dari kelompok sasaran lawan jenisnya yang bisa jadi dalam deret hitung atau bahkan deret kali.
Sedangkan untuk wilayah, kami memilih Jogjakarta karena secara geografis sebaran lokasi perguruan tinggi tidak terlalu menyulitkan untuk dapat dicapai dalam waktu cepat selain kendala finansial yang memang dialami oleh banyak peneliti, khususnya para peneliti sosial.
II.STUDI PENDAHULUAN
Untuk mendukung akurasi dan tingkat keilmiahan penelitian kami ini, kami membuat kerangka kerja dalam penelitian kami ini yang meliputi:
Metode yang digunakan
Jenis metode yang digunakan adalah Metode Penelitian Deskriptif Survei, meliputi :
Pendekatan menurut teknik sampling.
Pendekatan menurut timbulnya variable.
Pendekatan menurut pola-pola atau sifat non-eksperimen.
Pendekatan menurut model pengembangan atau model pertumbuhan.
Sumber data
Kami membuat beberapa kuisioner tertutup dan lebih spesifik melalui wawancara, sehingga sumber data kami dapat disebut sebagai: responden (orang yang menjawab pertanyaan peneliti, lisan atau pun tulisan)
Teknik analisis data
Untuk menghindari terjadinya garbage in garbage out (data yang kita olah tidak jelas, akan menghasilkan sesuatu yagn tidak jelas) maka kami menggunakan teknik analisis yang digunakan oleh Denzin dan Lincoln, 1994:429 yang meliputi: koleksi data; display data; reduksi data dan kesimpulan penggambaran/vertifikasi.
Jadwal dan waktu pelaksanaan
Penelitian, analisis dan evaluasi akhir kami lakukan mulai dari tanggal 16 Juli 1999 hingga tanggal 16 Juli 2002 atau sekitar 3 (tiga) tahun. Mengapa terlalu lama, karena kami menetapkan standar yang tinggi untuk setiap data yang kami kumpulkan serta jumlah responden yang cukup mewakili. Selain itu, untuk setiap responden dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk dapat mengeluarkan statement jujur.
III. RUMUSAN MASALAH
A. Deskripsi Informasi
Pada paruh tahun 1999, kami membaca di salah satu surat kabar bahwa hampir 50% mahasiswa di Yogyakarta pernah melakukan kegiatan sexintercourse. Statemen ini tentunya ibarat gunung es karena ternyata kalau kita lihat terus ke belakang, ternyata angka peningkatannya bukan lagi deret hitung tapi deret kali. Dan data-data ini signifikan.
Lebih jauh karena fungsi Yogyakarta sendiri sebagai kota pendidikan sehingga ketika muncul temuan seperti ini maka banyak sekali hal-hal yang harus kita kaji ulang. Sebagai contoh dengan kegiatan visit-tourism, di satu sisi itu adalah devisa namun pernahkah kita memperhitungkan penetrasi budaya yang ditularkan dari wisatawan manca tadi kepada penduduk lokal yang ternyata jika kita mau mengkajinya lebih jernih bahwa kerugian kita akibat erosi moral ini ke depannya akan jauh lebih mahal ketimbang jumlah orientasi materi yang dapat kita raih. Dan semuanya adalah ongkos sosial yang sangat mahal untuk ditebus oleh anak cucu kita.
A. Deskripsi Penemuan
Terlalu banyak temuan yang sangat memilukan, yang kami temukan selama kegiatan penelitian ini berlangsung. Secara keseluruhan kami melibatkan 2.000 responden yang berasal dari 16 institusi perguruan tinggi yang tersebar di seluruh Yogyakarta. Dari angka tersebut, kami berhasil mendapatkan responden yang bersedia untuk menjadi pemasok data sejumlah 1.660 orang responden atau sekitar 83% dari target awal.
Kemudian kami menetapkan angka 1.660 responden inilah sebagai keseluruhan data yang akan dianalisis. Berbagai temuan yang terkadang terlihat lucu tapi terasa sangat pedih itu, dan setidaknya perlu kami masukkan dalam tulisan report ini sebagai bahan perenungan kita bersama diantaranya :
• Hampir semua responden pernah melakukan kegiatan seks, baik itu yang sifatnya self service maupun berpartner.
• Kegiatan aborsi berbahaya dan berisiko tinggi yang dilakukan hampir oleh seluruh mereka yang mendapat kehamilah di luar nikah. Salah satu contoh dengan menelan obat flu dan ragi dalam jumlah besar.
• Tidak ditemukan tindakan pemaksaan dalam kegiatan seks tadi, atau semuanya dilakukan atas dasar suka sama suka.
• Rata-rata sudah pernah melakukan tindakan seks hingga tingkat petting, oral seks dan anal seks.
• 25% dari total responden (415) bahkan sudah melakukannya dengan lebih dari satu partner.
C. Analisis Data
Total Responden: 1660 orang
Data nominal (discrete)
Teknis : Cluster Random
Analisis :
Hanya ditemukan 3 orang saja responden yang mengaku sama sekali belum pernah melakukan kegiatan seks, termasuk juga kegiatan seks self service (masturbasi). Jadi hanya terdapat angka 0,18% responden yang sama sekali belum pernah melakukan kegiatan seks tadi. Ke-3 responden tadi juga mengaku sama sekali belum pernah mengakses tontonan maupun bacaan erotis.
Hanya ditemukan 46 orang yang belum pernah melakukan kegiatan seks berpartner di bawah level petting sex. Jadi sekitar 2,77% saja. Total dengan responden sebelumnya, jumlah responden yang belum pernah melakukan kegiatan seks berpartner : 2,77% + 0,18% = 2,95% saja. Jadi 97,05% mahasiswi di Yogyakarta pernah melakukan kegiatan sexintercourse pranikah atau 97,05% mahasiswi di Yogyakarta sudah kehilangan kegadisannya dalam proses studinya.
100% dari 97,05% data responden itu mengakui kehilangan keperawanannya (virginitas) dalam periodisasi waktu kuliahnya.
73% menggunakan metode coitus interupt sedangkan selebihnya menggunakan alat kontrasepsi yang dijual bebas.
63% responden melakukan kegiatan seks di kos-kosan partner seks prianya. 14% responden mengaku melakukan kegiatan seks di kos-kosan atau kontrakan yang disewanya. 21% mengaku melakukan kegiatan seks di hotel kelas melati. 2% responden melakukan kegiatan seks di tempat-tempat wisata yang terbuka.
Dari 1660 responden, 23 orang diantaranya mengaku telah melakukan kegiatan kumpul kebo atau tinggal serumah tanpa ikatan pernikahan selama lebih dari 2 tahun (1,386%). 5 orang (0,3%) diantaranya mengaku mendapatkan izin dari orangtua si responden. 2 orang diantaranya (0,12%) bahkan tinggal seatap dengan orangtua dari salah satu pihak, dan kegiatan seksnya diketahui oleh orangtua tanpa treatment pernikahan.
1.417 responden (85,36%) mengakui tidak punya aktivitas lain selain kuliah.
98 responden (5,90%) mengaku pernah melakukan aborsi.
23 responden (1,38%) dari 98 responden itu mengaku pernah melakukan aborsi lebih dari satu kali.
12 responden (0,72%) dari 98 responden itu mengaku pernah melakukan aborsi lebih dari dua kali.
D. Hipotesis
99,82% mahasiswi di Yogyakarta sudah mengenal seks dan pernah melakukan kegiatan yang mengarah ke sana. 97,05% mahasiswi di Yogyakarta sudah kehilangan virginitas melalui kegiatan intercourse-seks.
D.Hipotesis:
Dengan kemajuan teknologi informasi yang luar biasa dan tatanan dunia global, seks telah menjadi kebutuhan pokok pada usia yang sangat dini. Keterangan : Usia dini di sini bukanlah kematangan organ seks, tapi kematangan psikis untuk menghadapi risiko dan konsekuensi akibat kegiatan seks tadi.
Sistem pendidikan kita telah gagal mencerdaskan moral anak bangsa
IV. KESIMPULAN, SARAN DAN REKOMENDASI
Kesimpulan:
• 97,05% mahasiswi di Yogyakarta sudah tidak perawan.
• Virginitas/ keperawanan bukanlah sesuatu yang sangat penting lagi pada saat ini.
• Paradigma budaya kita sudah bergeser jauh.
• Rambu-rambu agama sudah ditinggalkan.
• Bangsa kita sedang mengalami proses erosi moral yang luar biasa menakutkan. Dengan kualitas generasi muda ang bobrok seperti ini, dapat dibayangkan betapa mengerikannya masa depan kita 20 tahun ke depan.
Saran dan Rekomendasi:
• Harus sesegera mungkin dibuat Perda tentang pengelolaan pemukiman komersial.
• Standar paradigmatik usia menikah harus mulai diturunkan untuk mengantisipasi kegiatan seks di luar nikah.
• Peraturan yang melarang seorang pelajar menikah harus direvisi.
• Peraturan, persyaratan dan biaya pernikahan yang ditetapkan oleh pemerintah harus diturunkan.

CIUMAN DI TEMPAT UMUM

Meneruskan posting di PECAS NDAHE dan Anang's Blog tentang anak Yogyakarta yang sudah berani melakukan ciuman di depan umum.

Dari koleksi album lama, saya menemukan foto ini. Kejadiannya di dekat Tugu, Jogja, sekitar pertengahan 2004. Fotografernya, kalau tak salah, bernama Oblo. Ah, anak muda Jogja sudah jauh lebih berani dibanding saya dulu ....

Suatu prilaku yang sangat memprihatinkan dari kalangan remaja saat ini' saya akui bahwa kalian hebat berani ciuman ditempat umum tapi itu keberanian yang negatif.

Berikut ini gambar versi lebih lengkapnya...


ADATA S107 Flash Disk USB 3.0 Tahan Banting & Tahan Air

Jika Anda orang yang kurang rapih atau Anda hanya mencari USB drive tahan banting bahkan tidak rusak kalau terjatuh ke dalam air, Adata telah memberi solusi untuk Anda. Perusahaan ini baru-baru ini mengumumkan peluncuran ADATA S107 - sebuah USB flash drive ekstra kokoh . Berkat eksterior silikon yang unik dari karet , S107 USB flash drive mampu bertahan walau terjatuh atau tidak sengaja diajak berenang oleh Anda.

ADATA S107 memiliki fitur antarmuka USB 3.0 , yang berarti Anda tidak akan perlu menunggu lama-lama saat Anda mentransfer file bolak-balik dari perangkat ini. Adata S107 akan tersedia dalam dua warna - merah merah dan biru liar, dan dalam tiga ukuran kapasitas - 8GB ($ 20), 16GB ($ 30) dan 32GB ($ 65).
Pembeli drive USB Adata juga berhak untuk download gratis dari perangkat lunak antivirus Norton Internet Security 2012 terbaru  (60 hari percobaan), dan utilitas UFDtoGo perangkat lunak backup